Sunday, 19 February 2012

This Is Ever Meant To End (part II)

Berlanjut dari kisah yang terakhir..
Semua jawaban yang gw bilang itu adalah jawaban sederhana, pada kenyataannya tidak sesederhana itu. Selalu ada cerita di balik cerita lainnya. Intinya adalah "You better know nothing rather know everything". Dari hal ini gw belajar banyak, bahwa kehidupan pribadi orang lain itu dapat menyebabkan kerugian pada diri sendiri. Bukan.. bukan.. bukan gw sama sekali ga mau tau atau ga mau nerima curhatan orang, toh sampai sekarang gw juga mendengarkan sahabat-sahabat gw curhat. Intinya adalah kita harus tau dulu bagaimana tabiat orang yang curhat sama kita. Keadaan ini sejujurnya membuat gw dying, di lingkungan kerja, masalahnya ada seseorang diantara gw dan atasan gw, yaa semacam 3some, tapi bukan dalam artian sesungguhnya ya! Gw merasa bahwa semua yang gw alami ga luput dari kesalahan gw juga. Mungkin. Di akhir Oktober 2011, gw berangkat ke Singapore untuk live report Subaru (client langganan Hard Rock FM) dan cerita pertengahan tahun ini, diawali juga karena Subaru Hard Rock FM Palm Challenge 2011, dan Project Officernya adalah gw. Karena gw berangkat tanggal 28 Oktober - 3 November 2011, jadi sebenernya gw meninggalkan 2 acara besar kantor, outing dan Paranoia Hallowen. Selama di Singapore, jujur gw seneng banget, dengan waktu selama itu, gw bener-bener #MeTime ada beberapa pemikiran yang gw pikirin memang, salah satu yang terbesarnya adalah gw mau resign dari Hard Rock FM, tapi gw beberapa pertimbangan akan hal itu. Gw harus cari kerjaan baru, sebelum gw resign, udah ga enak juga minta uang sama mama terus-terusan, diluar dari itu, mama harus menyelesaikan cicilan mobil. Singapore, negara yang bersih dan menyenangkan. Setiap hari gw live report 2x, pagi dan sore, karena perbedaan waktu, gw harus pintar-pintar untuk pilih waktu untuk live report dan waktu untuk jalan-jalan.

Jakarta, 4 November 2011, hari pertama gw masuk ke kantor setelah dari Singapore. Hari pertama juga siaran Soundtraxx bareng sama Mario Patrick, sesuai dengan janji sama temen-temen European Screen, jadilah gw ngundang mereka untuk datang, ngobrol di Soundtraxx, program on air 1 jam itu yang dimulai dari jam 11 malam dan selesai di jam 12 malam. Penempatan waktunya aneh sih menurut gw, terlalu mepeeet. Di saat itu, program yang harusnya selesai jam 12 malam, jadinya selesai di jam 12:07 AM, tapi menurut bos gw, acara itu selesai di jam 12:15. Setelah gw dimarahin dalam blackberry messanger, besok pagi gw menghadap ke ruangannya dan gw tanda tangan surat penringatan II. Cerita punya cerita, katanya di radio Bandung, masih ada siaran dan karena gw merasa bersalah, gw texting Program Director Hard Rock FM Bandung, dan meminta maaf, kemudian dia membalas dengan bingungnya, ada apa katanya, siaran disini udah tinggal playlist, dan sudah tidak ada yang siaran. LOH?! *dalam hati (ada apa nih? seperti ada yang ga beres..) Disaat itu juga gw merasa bahwa ada sesuatu yang gw lewatkan dan membawa nama gw ke jurang kekelaman. Ada beberapa hal yang memang bersifat pribadi, diluar dari urusan pribadi orang lain. Oke! mulai hari itu, gw mulai berhati-hati, gw ga percaya sama semua orang, kecuali sahabat-sahabat di luar kantor. Sempet kepikiran juga bahwa "kok ada yaa yang sampai begitunya.. kalo emang ada yang ngomongin", sepertinya masalah ini pelik, padahal keterkaitan gw hanya karena kenal dan teman, ga lebih, tapi bayaran yang harus gw terima adalah "lepasin kerjaan ini". Kejadian ini, ga semata-mata cuma Surat Peringatan, masih ada beberapa yang tambah menyakinkan gw bahwa ini bener-bener ada yang ga beres.

Keputusan gw untuk melepaskan pekerjaan diluar dari pressure Hard Rock FM yang memang sudah berat adalah pressure lain tentang ini, gw berusaha menahan sampai pada akhirnya gw memutuskan bahwa gw lepas dari kantor ini. Gw meninggalkan kerjaan gw bukan semata-mata karena gw ga kuat mental, tapi lebih kepada rasa hormat. I do respect him as my boss, but in meantime, it's like pop up message in my mind, "where is my dignity?" if you still push yourself to stay". Ada niatan supaya sekiranya bisa naik jabatan, naik salary, berubah jam kerja, dll, yang gw yakini semua itu bisa diomongi sama management demi kebaikan perusahaan dan human resources nya. Meninggalkan pekerjaan dan lingkungannya, dimana ini adalah tempat yang gw suka, itu memang berat. Tapi 1 hal yang gw sadari adalah sonner or later, resign itu akan terjadi, hanya permasalahan waktu, kapan hal itu akan terjadi. Menulis semua cerita yang gw alami ini bukan karena ingin minta dukungan, minta dikasihani, sama sekali bukan, tapi karena ini adalah cerita kehidupan, yang mungkin semua atau sebagian orang pernah mengalami, bisa jadi lebih berat, lebih rese, lebih ringan. Dan semua tentang tulisan ini bukan untuk menjelekkan nama orang lain. Tulisan ini, gw buat untuk flash back diri gw sendiri, dan untuk mengingatkan bahwa seperti apapun kejadian yang kita alami, hargailah diri sendiri, karena dengan begitu orang lain akan menghargai kita.

Sampai kapanpun, Sarinah lantai 8 adalah tempat belajar, belajar bekerja, belajar pintar, belajar berteman dan belajar menyimpan rahasia ;p dan sampai saat ini Hard Rock FM is a half of my soul :)

Tuesday, 14 February 2012

This Is Ever Meant To End (part I)

Pada dasarnya gw ga suka menulis. Dalam pekerjaan yang terakhir ini, di Hard Rock FM, juga gw tidak menyukai menulis. Menurut gw, menulis itu adalah pengungkapan yang masih harus dijelaskan. Misal: seorang produser radio yang juga menulis script, setelah itu dia harus membrief penyiarnya apa yang harus dilakukan dan diambil dari angle mana sebuah radio show itu. Tapi gw juga ga menutup kemungkinan bahwa dengan menulis, dapat memperjelas semua. Disamping itu, gw juga setuju bahwa dengan menulis dapat tersampaikan apa yang ingin dikatakan. Walaupun dengan tulisan tidak dapat keliatan ekspresi. Ngomong-ngomong soal ekspresi, gw suka ngeliat ekspresi orang. Apalagi kalo yang pembawaannya ceria (bukan lebay ya!) dan kalo murung jadinya keliatan, terutama orang yang deket sama kita, atau orang yang kita sayang, pasti tau banget tuh kalo mimik wajahnya berubah dikit ;p

Ngobrolin menulis dan ekspresi di paragraf atas itu adalah bridging (pengantar) untuk obrolan gw selanjutnya di blog ini. Blog yang udah setahunan ga pernah gw update, blog yang pada akhirnya gw buka, dan gw tulis malam ini. Alasan dari gw buka blog ini adalah karena gw udah ga punya privasi yang bisa gw curhatin. Dari mulai facebook (yang mayoritas untuk upload & tag photo), twitter (medium berbagi informasi real time, kadang membuat orang lupa akan fungsi utamanya, seperti curhat di twitter *-_-), path (seseruan aja sendiri karena bisa ngelink ke twitter, facebook, tumblr), dan banyak lagi.. Intinya, gada medium yang bisa gw curhatin, karena emang pingin curhat. Tapi memang butuh sesuatu yang ditumpahkan, seandainya aja seniman, mereka bisa script film, nyiptain lagu, melukis dan lain-lain, sayangnya gw bukan mereka, so keputusan gw untuk menumpahkannya di blog gw ini, blog yang sebenarnya bukan untuk konsumsi publik. That's why gw ga pernah input alamat blog gw lagi di social medi manapun yang gw punya (selain karena emang gw jarang update) :p

Lama ga ketak ketik sendiri, jadi nagih juga :) ceritanya seperti ini, tanggal 15 Desember 2011 kemarin, gw memberanikan diri untuk ngomong sama atasan gw di kantor, bahwa gw akan mengundurkan diri. Hari-hari menjelang tanggal 15 Desember itu adalah hari-hari yang membuat gw galau tentunya. Nangis, itu menjadi bagian dari hampir setiap malam. Yang paling sedih adalah ketika gw tahu bahwa gw akan meninggalkan tempat yang biasanya gw habiskan waktu selama 12 jam bahkan lebih. Gw tau kapan gw akan meninggalkan kedua penyiar gw, Mario Patrick (Soundtraxx) dan Pandji Pragiwaksono (Provocative Proactive). Sejelek-jeleknya gw jadi produser, gw sayang banget sama kedua penyiar gw. Pilihan gw memang untuk tidak memegang siaran Prime Time, dimana siarannya stripping, penyiarnya sama dan selalu menjadi pilihan client untuk pasang iklan. Sedangkan gw kekeuh banget, supaya program Hard Rock FM yang gw pegang bisa dijual sama divisi Marketing, walaupun bukan Prime Time. Balik lagi di hari-hari menjelang tanggal 15 Desember, sebenernya gw pingin ngomong bahwa gw pingin resign di awal Desember jadi di akhir Desember, gw udah bisa keluar. Kembali lagi ke alasan emotional attach, yang mengakibatkan gw jadi ragu untuk ngomong. Pikir-pikir, oke! lo harus berani (omongan dalam hati pada saat itu) selain karena memang ada dorongan lain yang memang menyiapkan batiniah gw untuk bilang bahwa gw mau resign.

Dari obrolan malam itu, 15 Desember 2011, gw deg-degan banget untuk ngomong sama bos gw, menghela nafas berkali-kali, akhirnya gw beranikan diri masuk ke ruangan bos gw, ingat banget waktu itu sekitar jam setengah 10 malam di hari Kamis. Awalnya sok-sok ngajak ngobrol tentang program yang gw pegang sampai akhirnya gw beranikan diri untuk ngomong kalo gw mau resign dan diputuskan oleh atasan gw, bahwa gw belum diperkenankan untuk resign. Hari-hari berlalu, gw ngobrol sama atasan gw, obrolan yang gw saat itu intinya adalah:
bos: "siapa aja yang udah tau kalo lo mau resign?"
airin: "di lantai ini?"
bos: "iya.. emang ada yang lain yang tau?"
airin: "kalo di lantai ini, gada.. gw baru ngomong sama lo langsung...."
bos: "boong!"
airin: "ngapain gw boong?!"
bos: "siapa lagi yang tau?"
airin: "sahabat-sahabat gw diluar kantor, oooohh ini deng, gw bilang sama Mario & Pandji, karena mereka penyiar gw, dan gw akan meninggalkan mereka, jadi gw harus ngomong sama mereka dulu sebelum ngomong sama lo"
bos: "oooo.. trus nyokap lo udah tau?"
airin: "udah..."
bos: "nyokap lo ngomong apa?"
airin: "emangnya nanti ga kangen sama bos?"
airin & bos: "hahahahaha..."
*hening sesaat
bos:"apa sih yang sebenernya yang lo mau?"
airin: "naik gaji sama jabatan sih bos" (dalam hati) "mmmmhh.. gapapa, udahlah, gw udah setahun setengah juga jadi creative, udah bosen.."
bos: "apa rencana lo ke depannya?"
airin: "belum tau, cari kerjaan baru, sambil sekolah lagi kaliiii.."
bos: "lo mau gelar lo sepanjang apa di belakang nama lo?"
(belum sempet cerita, gw udah lulus kuliah Master Degree, dengan gelar M.Si spesialisasi Marketing Communication *jualan ;p)
airin: "hahaha, bukan sekolah yang bergelar lagi, tapi lebih ke kursus, les, pinginnya sih les mandarin, tapi tunggu punya kerjaan baru, jadi bisa bayar sendiri"
bos: "udah punya kerjaan baru?"
airin: "belom"
bos: "kenapa ga cari dulu sampai dapet, baru resign?"
airin: "pokoknya saya mau keluar secepatnya bos, saya udah ga tahan jadi bulan-bulanan" (dalam hati) "gw ga bisa, gw harus lepas dulu baru cari yang lain, karena gw terlalu sayang sama tempat ini."
*kedua jawabannya ini benar (pilihan ganda kaliii ;p)
bos: "kalo sayang kenapa mau keluar?"
airin: "bos ga denger daritadi apa kata saya? kalo saya udah ga sanggup!" (ups! daritadi itu cuma dalam hati) "gapapa, gw mau ada pembelajaran yang baru, sometimes we have to get out, and see & listen what the others said about us"
*hening
bos: "is there any other reason, lo mau cabut?"
airin: "ADA, saya udah ga sanggup" (lagi-lagi dalam hati) "engga kok..., gw emang udah lama mikirinnya, dari waktu gw di Singapore kemarin" (Gw live report Subaru di Singapore, 28 Okt - 3 Nov 2011)
bos: "mmmmhh oke"
*brb jaga siaran Soundtraxx
airin: "jadi kapan gw boleh resign?"
bos: "nanti ya gw pikir-pikir dulu?"
airin: "LOH?" (dalam hati) "heh? kenapa? gw pikir lo akan langsung bilang iya, pas gw bilang kalo gw mau resign"
bos: "kenapa lo bisa mikir gitu?"
airin: "karena saya punya perasaan, bos. Makanya saya bisa ngomong gitu" (dalam hati) "yaa gapapa, gw gitu loh, gw mana mau pegang siaran prime time, gw juga ga bagus jadi creative. lo tau sendirilah"
bos: "lo tuh sebenernya bisa, asalkan mau aja, liat tuh si U, bisa kan? dibantuin sama penyiarnya.."
airin: "iya bos, saya juga tau itu, tapi saya punya idealisme sendiri, saya maunya program yang saya pegang bisa membuat hard rockers notice dan mereka dengerin, plus bisa dijual sama divisi Marketing" (lagi-lagi dalam hati) "itu udah jadi pilihan gw, buat ga pegang prime time, gw mending live report deh, jadi kapan gw boleh resign?" (baru sekarang gw kepikiran, ini tolol. Mau resign kok ijin?)
bos: "mau sampai kita ngomong besok pagipun, jawaban gw tetep engga"
airin: "ANEH!" (dalam hati) "okeeee kalo gitu kita pulang"

Di malam tanggal 15 Desember 2011 itu rasanya lega banget, akhirnya yang selama ini kependem, bisa keluar juga. Pulang jam 12 malam dari kantor, itu hal biasa buat gw, turun sama Mario yang abis siaran, gw bilang kalo gw udah bilang sama bos, kalo gw mau resign, dan suasana di lift pun hening. Dalam hati, udah mulai nangis, Mario, i love you!. Dalam mobil, dengerin lagu, nangis. Ga kerasa udah di rumah, ganti daster, langsung bbm Pandji, "Ndji, malam ini gw bilang ma bos, kalo gw mau resign, ...." dilanjutkan dengan nangis. Dan pada akhirnya malam itu, gw ketiduran tanpa bersihin make up, eye liner, dan ga matiin lampu. Kenapa ya gw segitu sedihnya? Jawabannya sederhana, karena gw masih pingin disini, karena gw yakin gw butuh refreshing untuk kembali ke rutinitas yang padat, karena gw yakin gw bisa, karena gw yakin 3 program reguler time gw bisa kejual sama Marketing.



Monday, 9 February 2009

Doing Nothing

Libur telah tiba..hore..hore..hore..

Di saat orang-orang bangga sama liburnya,,kok saya,malah bingung mau ngapain? kuliah dah selesai,,ujian dah beres,,tinggal apa yang blm?? ngambil SP baru mulai tgl 23 feb,,trus sekarang ngapain? doing nothing? sebel dehh.. pingin rasanya berlibur,,tapi yang pasti ngga bisa jauh-jauh karena terbatas dengan budget. dan blm ada teman yang rasanya cocok untuk travelling.

Traveling dalam arti sesungguhnya yaa..bukan yang cuma ke keluar kota trus clubbing,nongkrong,dll. keluar kota yang menikmati perjalanan itu. sejauh ini, pergi keluar kota yang bener-bener dinikmati adalah bersama sang mantan pacar,NIX. tapi dia sudah entah dimana sekarang. pergi ke bandung, bukan hanya sekedar special occasion. tapi bisa jadi itu adalah bukti pengenalan pribadi masing-masing.

Sekarang ketika libur ini.. apa yang pingin gw lakuin?? pinginnya itu berproduksi, menghasilkan sesuatu. kerja..kerja..tapi masalahnya blm dapet pekerjaan untuk libur sebulanan ini..
bosen bgt rasanya dengan rutinitas yang itu2 aja,,dirumah

Fiuh!! i need a holiday...